Kamu tau bagaimana rasanya diabaikan, lalu kenapa sekarang kamu mengabaikan? apa karna kamu lelah? lelah dengan semua sikapmu, lelah mendengar janji semuku, dan lelah menghadapi kebohongan dan tipu muslihat yang aku buat. Ya...aku tahu mungkin selama ini aku jahat, aku merusak kepercayaanmu hingga sekarang untuk percaya saja kamu susah! Terus sekarang apa, aku menyesal? tapi katamu "jangan pernah menyesal dengan apa yang telah kamu buat, karna jika ini tidak pernah terjadi kamu tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya berjuang, bertahan dan diabaikan".
Sekarang...hampir 3bulan kita berpisah, kamu yang biasanya baik, ngga pernah ngebentak, yang selalu rindu dan ngga pernah kasar sekarang telah membatu berubah 180 derajat, berubah begitu cepat seperti membalik telapak tangan. kamu hebat ya bisa berubah secepat itu, tau sih pasti alasannya..LELAH.
Tata bahasamu yang lembut kini telah berubah. sekarang setiap perkataan yang keluar dari mulutmu sama pedasnya dengan cabe. tapi walau seperti itu aku tetap saja mengacuhkan semuanya, mau sepedas apa kata-kata yang keluar dari bibirmu ttak pernah aku hiraukan, aku masih tetap bertahan dalam pengabaian ini, karna aku tahu kalau ini karma!
Rindu ? tapi dia bilang "jika rindu silahkan tanam rasa rindu
itu", dia juga bilang ''percuma saja jika kamu masih ingin tetap
memberitahuku tentang rindu itu, aku muak mendengar kata rindu, hatiku
telah mati dengan semua cerita tentang kita! aku lelah, dan mungkin
memang saatnya kita istirahat setelah hampir 2tahun ini kita menjalani
pasang surutnya cinta, merasakan susahnya berjuang, bahagia jika bertemu
untuk melepas rindu dan sekedar berbicara tentang kesibukan kita".
Sekarang aku tau, tubuh yang dulu dengan mudahnya untuk dipeluk, tangan yang dulunya selalu erat berpegangan dan pesan singkat/telfon yang dulu aku dapatkan dengan mudah kini telah hilang. rasanya sekarang jangankan ingin memeluk atau menggenggam tanganmu, melihatmu saja aku tak sanggup, apalagi berbicara. aku tak sanggup jika harus mendengar kata-kata kasar yang keluar dari mulutmu, rasanya setiap perkataanmu selalu menyayat hati dan berujung air mata. aku lelah menangis, aku lelah menahan rindu.
Kenyataannya, bagaimanapun cara ku melawan jutaan kamu yang memenuhi otak dan hatiku, ini masalah hati dan semua orang tau, hal yang paling bodoh dilakukan yaitu membohongi perasaan sendiri. ingin rasanya aku menemuimu, memelukmu hingga kau tahu betapa sulitnya aku menahan rindu ini dan betapa aku merindukanmu.

0 komentar:
Posting Komentar